Pojok kamar


Simple past, complicated future.
May 27, 2009, 11:33 pm
Filed under: Uncategorized

Baru-baru ini saya menemukan beberapa teman SD yang sudah lama saya cari-cari. Keadaan setelah tsunami dan kepergian saya dari kota kelahiran saya membuat bentuk pencarian itu sedikit rumit. Tapi berkat salah satu situs jejaring sosial di dunia maya (enyahlah kalian yang mengusulkan situs ini diharamkan) akhirnya saya menemukan beberapa sahabat masa kecil yang, entahlah, perasaan saya agak bercampur aduk. Mengingat lagi belasan tahun silam memunculkan banyak potongan-potongan adegan di kepala saya, yang tidak ada spesialnya mungkin di mata orang lain, tapi bagi kami itu unik. Kami masa itu adalah bibit-bibit kami di masa sekarang. Masih teringat dulu saya bermimpi menjadi pilot. Ayah dulu sering membelikan saya majalah kedirgantaraan. Tapi tampaknya semakin dewasa kita semakin banyak melakukan kompromi-kompromi: dari pilot saya menjadi pemain layangan. Lalu cita-cita saya jatuh ke darat: menjadi pembalap formula 1. Sekarang saya hanya pelari, dan saya menyalurkan hobi itu dengan olahraga yang orang-orang sebut parkour atau freerunning. Yah paling tidak, masih berhubungan dengan kecepatan.

Anyway, banyak yang berubah dari 12 tahun yang lalu. Anak perempuan yang dulunya pemalu dan suka ngambek sekarang berubah menjadi sosok yang supel, masih malu-malu tapi jauh lebih ‘gila’, cinta monyetnya yang dulu mengiriminya surat yang kemudian ketahuan lalu suratnya dibacakan di depan kelas (pasti berat bagi gadis berusia 11 tahun) sekarang telah bersama orang lain, lalu ada bocah laki-laki yang dulu suka cengengesan dan hanya berani mengusili anak perempuan yang sebenarnya dia sukai, sekarang menjadi lebih terbuka dan terang-terangan menyatakan perasaannya. Lalu ada adik perempuan dari teman yang dulu hanya saya pernah dengar namanya, dan baru 12 tahun kemudian saya tahu orangnya, bicara dengannya, baca tulisan-tulisannya, berpesan pendek tentang kera sakti dan gajah, dan tergelitik tingkah lakunya.

Dan saya, well, mungkin proses yang saya alami selama 12 tahun untuk menjadi saya yang sekarang terlalu smooth sehingga saya tidak bisa mengatakan ada yang berubah. Seperti Darwin yang berteori bahwa dia ber-evolusi dari seekor kera, maka dia tidak akan ingat bagaimana dia berubah. Dia mungkin saja sedang dalam perjalanan menuju universitas tempat dia mengajar, melewati etalase pertokoan yang mengkilap, berhenti sebentar dan berpikir ‘Oh mother, I look like an ape.’ dan muncullah teori itu.

Okay, leave alone Darwin. Saya hanya bertanya-tanya tentang apa yang mungkin tersimpan dalam tahun-tahun yang terlupakan. Ada dua orang dari masa lampau yang menjalani kehidupannya masing-masing secara paralel.. lalu sekarang jalan mereka bersinggungan.. let’s see.. ada tiga kemungkinan..
1. keduanya berpotongan dan menjauh
2. paralel (menjadi satu)
3. entahlah.. selalu ada kemungkinan lain kan

Believers may call it second chance..Sceptics may call it mere coincidence..
I think I should just call it serendipity, for now.



berpetualang
March 9, 2009, 2:56 am
Filed under: Uncategorized

4.30 kamar
bangun tidur, belum menyiapkan apa2 untuk hiking ke geulis. bergegas cuci muka, subuh, kemudian mengemasi barang2 untuk keperluan di atas, i.e: ponco, snack, air mineral, binocular, katu uno (dua terakhir adalah item wajib), dll. setelah siap, langsung berangkat ke kosan rinda, tak jauh di depan.

5.30 kosan rinda
tiba bersamaan dengan iin dan indah. dwi dan rinda stand by sudah tinggal 1 orang lagi, lutfi. oh ya, pesan makanan dulu di pajawan berupa omelet dan nasi putih masing2 dapat 1.
saya bawa nasi, lutfi bawa omelet (hanya lelaki sejati yang dapat tugas ini).

6.10 berangkat
ya, berangkatlah kami menuju si geulis. jalan raya tak kami hiraukan, hanya potong kompas terus ke arah geulis, melewati sawah2 menghijau, pematang yang lunak, tanah merah yang tiada habis, berpapasan dengan orang2 sakti yang membawa batang pohon di pundak mereka seperti sebiji tongkat berjalan, berhenti sewaktu2 demi mengisi paru2 dengan napas (iya kan) dan mengabadikan momen. jepretan kamera tampaknya berkhasiat merubah wajah yang kuyu menjadi penuh senyum hangat.

9.10 tiba di puncak
Jaaj.  we made it. ternyata di atas sudah ada beberapa kelompok yang sengaja mengunjungi makam yang ada di bawah pohon beringin di puncak geulis. besok adalah hari maulid.. (apa kamu melihat hubungan antara makam manusia, pohon beringin, puncak gunung, dan maulid nabi? ya, saya rasa cuma kebetulan saja ada makam yang sekarang menjadi puncak gunung, dan beringin raksasa itu memilih tumbuh di sebelah makam tersebut, instead of any other place).

10.40 kembali pulang
setelah berpose2 dengan ilalang dan ibu penjual frutang, kami memutuskan untuk pulang.(haha, rima yang bagus). kami berniat untuk men-tag foto si ibu kalo dia sudah punya facebook. ahh, tapi saya lupa namanya, tampaknya si ibu tidak akan melihat foto dirinya di facebook. maaf ya..
perjalanan turun tampaknya lebih cepat daripada naik, walaupun lebih licin dan bikin baju kotor. tapi di situlah kami banyak belajar, karena kalau tidak kotor, ya tidak belajar.
kami berpapasan lagi dengan beberapa rombongan bis (ya nggaklah) *rombongan lain yang sepertinya juga akan mengunjungi makam..hmm, mungkin karena itu hari minggu jadi mereka memutuskan untuk berekreasi secara sedikit aneh. kami berfoto2 lagi, jangan heran.

12.30 tiba di warung sebelah SD (baca: akhir perjalanan turun)
lutfi sudah menunggu kami di warung sekitar 30menit karena dia menggunakan jalur yang berbeda ketika turun, dan of course, karena dia lelaki menwa (semacam kopasus) jadi lebih cepat. kami bertemu dan bermain uno (yee, akhirnya main juga) diteruskan main jempol (I won, by the way, haha).

13.00 pulang naik angkot (15 menit sebelum sang hujan besar)
setelah kami berpisah dengan damai, saya turun angkot di depan gang masuk kosan saya, dan melanjutkan berjalan kaki. butuh waktu 10 menit untuk mencapai kosan ujung dunia itu. tapi..tapi..tapi..
tiba2 datang hujan lebat, lebat sekali, ditemani sang angin yang tampaknya sedang berpesta pora diiringi kilat yang datang hampir bersamaan dengan petir. bayangkan itu! begitu dekat (dengan asumsi v bunyi di udara=330m/s, dan v cahaya=300,000,000m/s) selisihnya  tidak sampai satu detik, tidak sampai 330m away. tadinya saya senang2 saja hujan2an, nostalgia masa kecil, sekalian membilas tanah2 merah yang menempel di sandal dan tas, tapi saya takut kilat nyasar. maka dari itu dengan secepat kilat (mengalahkan kilat harus dengan kilat) saya berlari menuju kosan. saya rasa maurice green, pemecah rekor dari amerika itu, tidak sanggup berlari secepat itu di trek basah. alhamdulillah saya sampai sebelum kilat selanjutnya, karena imbas loncatan listrik megavolt yang mengenai suatu objek dekat saya saja itu sudah cukup. air bisa menghantarkan listrik, kamu tahu kan? dan saya sudah sangat basah, karena hujan tentu saja.
bagaimana dengan nasib teman2 kita yang sedang mengunjungi makam? saya hanya bisa berdoa semoga di puncak sana hujan tidak selebat yang saya alami. atau mungkin itu peringatan agar tidak iseng main ke makam untuk, ah..entahlah. semoga dugaan saya salah.
1 hal lagi yg baru saya sadari, saya tidak perlu menemukan ingatan itu lagi, karena tas saya sudah tercuci hujan, tak ada lagi wangi yang menguar dari sana yang mengingatkan saya pada kenangan yang ingin saya lupakan. it’s a good thing, actually.. entah kenapa selama ini saya masih mempertahankannya.

terima kasih hujan, terima kasih Tuhan.

hiking yang menyegarkan..



my lines
January 27, 2009, 4:16 am
Filed under: Uncategorized

i just wanna share this.. here are a few lines from the songs in my playlist that I find nice and suitable for me and my recent condition..

- I’m thankful for this moment ’cause I know that I grow a day older and see how this sentimental fool can be.

- What do i have to do to try to make you see that trying to be like you is not good enough for me.

You can guess who sing it.



ngisengin one particular team-mate
July 28, 2008, 11:31 pm
Filed under: Uncategorized

who? saya dan anak-anak the center.
what? main voli.
when? senin sore.
where? sabuga.
why? hayang wae..
how? bolanya dipukul-pukul.

lagi asik main voli, ada yang datang, posisi salah seorang pemain digantikan. kami main lagi, tapi permainan jadi tidak asik. orang itu mulai berteriak-teriak memberi instruksi. "tengah! tengah!" atau "my ball! my ball!" atau "dribble sini!" tanpa sadar dimana posisinya. dia bermain seperti seorang diri, mengejar bola kesana-kemari walaupun ada pemain lain yang sudah sangat siap mengantisipasi di posisi yang tepat.

satu bola datang, di area jangkauan saya. dia memanggil, "oke, dapat!" dia maju dan saya membiarkan bola jatuh di dekat saya. dia kesal sendiri, saya senyum-senyum sambil memungut bola. teman-teman yang lain menyemangati.

saya bermain cukup baik, jujur saja. tapi menerima orang seperti dia di tim saya membuat saya ingin mengalah. saya jadi bersemangat membela tim lawan.



si saya, si nenek, dan si bapak
July 28, 2008, 11:22 pm
Filed under: Uncategorized

kemaren dulu mau ke bandung. ada bis damri lagi ngetem di pangdam. naik saya lalu duduk. naik seorang nenek, terhuyung-huyung, dari keriputnya, umur 80an. saya beringsut minggir, si nenek duduk di samping saya. abis itu naik bapak2, dari kumisnya, umur 40-an, duduk di sebelah nenek. damri kami (dan semua damri yang lain) berkomposisi bangku 2-3 yang mengharuskan orang yang naik duluan mendapat jatah window, dan yang belakangan aisle. si saya, si nenek, si bapak. jadi si nenek diapit 2 pria misterius. bis damri kemudian berguling pelan sampai jadi cepat.

damri memasuki tol yang mulus, si nenek pun terkantuk-kantuk, terlempar-lempar mengikuti irama kontur jalan tol yang ternyata tak terlalu mulus juga. sesebentar saya terusik kepala si nenek yang suka jatuh ke pundak saya yang sedang seru baca buku, tapi sesebentar kemudian si nenek sadar lagi dan berusaha duduk tegak, sebentar lalu jatuh lagi, berkali-kali, sampai bosan. mungkin dia kelelahan. saya lihat si bapak di sebelah nenek memperhatikan saya, merasa kasihan, entah sama saya atau sama si nenek. saya cuek saja, tapi tidak cukup untuk terus baca buku. cuma bisa liat keluar jendela sambil dengar musik. keluar dari tol, si nenek bersiap-siap turun, si bapak membicarakan sesuatu yang tidak dapat saya simak karena sedang pakai ear-plug, lalu dia memberikan uang 50ribu kepada nenek, nenek menolak, lalu, entahlah saya tidak lagi memperhatikan.
nenek turun pelan-pelan menjaga keseimbangan sambil dibantu pak kondektur.
saya jadi terpekur, loading..
baru saya berpikir  betapa kurangnya empati saya terhadap orang lain, dan betapa banyaknya orang-orang baik yang masih ada di sekitar kita.
aah, andai saja semua orang saling peduli satu sama lain.
aah, andai saja tidak ada kecurigaan di dunia ini.
indah sekali.



backsound kamar
March 24, 2008, 7:05 am
Filed under: Uncategorized

udah saking lamanya ni lagu ada di playlist gw, sampe gw uda hafal urutannya, liriknya, intronya, endingnya. ada sih beberapa lagu lain yang keluar masuk ‘chart’ (huehe, kayak em ti pii..), tapi yg ini awet.. gw juga heran. lagu2nya sampe2 ga pernah dihapus dari playlist.
kenapa? inih gw jelasin:

1. utopia - hujan
“karena aku dapat mengenangmu untukku sendiri…
karena hujan pernah menahanmu disini…”
That’s why… (gak beneran sih, but I like the idea of the lyrics..he, kayaknya alasannya maksa deh).

2. craig david - unbelievable
Karena sejak dapat dari warnet Q***tum ni lagu ngingetin gw akan penjaganya (Yeah, you got a secret admirer here, ho..)

3. gita gutawa - bila
4. gita gutawa - surga di telapak kakimu
5. gita gutawa - to be one
Karena ni cewek bener2 spesial. mendingan dia deh daripada charlotte church.

6. glen hansard & marketa irglova - falling slowly
Karena gw juga suka filmnya (suka-suka gw dong…)

7. nineball - hingga akhir waktu
Ini lagu baru aja gw dapet (dari warnet yang uda gw sebutin di atas), tapi gw punya feeling ni lagu bakal bertahan lama di chart.

8. gita gutawa - alunan sebuah lagu (aluna sagita)
Again, she’s the best.



Foto Bareng
February 18, 2008, 10:48 pm
Filed under: Science

Ada tips nih buat yang suka foto2 dan sering kecewa dengan hasil jepretan. Kabar gembira, kawan!! gw udah menemukan 3 formula ampuh untuk menghindari kecelakaan kecil yg terjadi pada waktu pengambilan foto bareng (well, it’s based on true story actually..).

1. Hindari berada di sebelah orang cina (if the colour of your skin is dark, or you are wearing glasses that makes your eyes as size of tennis balls)
2. Hindari berada di depan atau di samping atau anywhere near American (khususnya kalo tinggi lo gak seberapa, langsing meranggas, and again, berkulit sawo-afrika)
3. Hindari berada di posisi terjepit di antara orang cina, amerika, atau cewek-cewek putih berkulit mulus (this case is for you who has those two things mentioned earlier, dan punya kecenderungan untuk ngiler/mati gaya kalo ada cewek cakep around)

Okay, itu aja dulu. I’ll keep you updated kalo2 ada tambahan tips,. Liat nanti lah, kalo foto bareng gw di Jonas tempo hari udah dicetak…

(update: di atas fotonya udah jadi, huhu)



Once
February 13, 2008, 4:03 am
Filed under: Film

Couple of days ago, seorang teman minjemin gw sebuah film musikal berjudul ONCE. Setelah meng-copy-nya ke PC gw dan punya waktu senggang untuk sendirian, gw iseng muter tu film.

Filmnya bersetting di Dublin, Irlandia, tentang seorang pria setempat yg punya kegiatan paruh waktu ngamen, yg kenalan dan berteman sm cewe imigran eropa yg tinggal di sudut lain kota itu. Latar belakang masing2 bikin mereka cocok satu sama lain; pulang kerja bareng dan nge-jam bareng bawain lagu2nya si cowok (actually, mereka gak punya nama dalam film itu, just a ‘guy’ and a ‘girl’)..
Gw gakan ngeringkas inti filmnya karena takut ngerusak reputasi film ini dengan tulisan gw yg dangkal, so you better watch it. Nah, di akhir film itu si cewek dan beberapa teman pengamen ngebantuin si cowok rekaman di studio sebelum si cowok pergi ke london buat ngejar cita-citanya bermusik dan harapan buat ngeberesin perkara cintanya.

Well, pretty simple actually. Bukan jenis film yang menjual alur cerita yang dahsyat dan konflik yg dramatis. Tapi yang bikin gw cinta sama nih film antara lain adalah lagu2nya yang keren (”Falling Slowly” dan “When Your Mind’s Made Up” is really kicking), gambar dan suasana kota Dublin yg cocok bgt sama bayangan gw akan kota2 di Eropa Barat (ato timur ya?), yang penduduknya tuh kayaknya yang bersahabat bgt gitu, and, their friendship is just sweet.  I just love it.



Yokoso Blog!!
February 11, 2008, 6:19 am
Filed under: Uncategorized

hay hay,, finally, for the first time ever.. gw kenal juga cara bikin blog. thanks to my brother! ;) untuk kali pertama ini gw gakan nulis panjang lebar, becuz bakal ada banyak kesempatan gw ngisi ni blog (dengan asumsi gw gak kehilangan minat).. ^-^ so,,buh bye now eh..